Mungkin
Aku, dia. Tidak tahu siapa yang memulai, tahu-tahu kami sekata. Di mana aku berada, di situ juga dia. Dan kemana dia pergi, aku senantiasa mengikuti. Kami terlalu dekat, rasanya tidak ada jurang di antara kami yang perlu disebrangi. Memang tidak. Setiap kami pergi beramai-ramai, entah bagaimana kami selalu jadi jalan berdua. Setiap kali kami jalan berdua, entah bagaimana kami selalu hampir bergandengan tangan. Memang tidak ada jurang di antara kami, tapi ada tembok tembus pandang yang tak kelihatan. Aku tidak bisa menerobos tembok itu. Dia tidak berani menghantam tembok itu. Kami sama-sama takut, jika kami melangkah terlalu dekat, kami akan menabrak tembok itu. Kami sama-sama takut mengalami rasa sakit akibatnya.
Renungan Singkat Kamis Putih - 5 April 2012
Di hari Kamis Putih ini kita melaksanakan peringatan akan Perjamuan Terakhir Yesus. Disini terdapat satu hal yang sangat penting yang benar-benar merupakan cermin dari injil Yesus selama ini. Yesus membasuh kaki para murid. Mengapa demikian? mengapa Yesus Tuhan mau membasuh kaki para muridnya yang berdosa, yang lebih rendah darinya?
Renungan Minggu 25.03.2012 – Prapaskah ke-5- (Yoh 12:20-33): „Kami ingin melihat Yesus“
„Tuan, kami ingin melihat Yesus!“ Dengan kalimat ini datang beberapa orang Yunani kepada Philipus. Tentu saja orang-orang Yahudi tersebut mau bertemu atau melihat Yesus bukan karena sensasi atau ingin tahu.
Renungan Minggu 18.03.2012 – Prapaskah Ke-4 (Yoh 3:14-21): „Percakapan Yesus dengan Nikodemus“
Bacaan injil hari ini menghadirkan penggalan percakapan Yesus dengan Nikodemus.
Mengampuni Orang yang Bersalah kepada Kami
Mengampuni ternyata membutuhkan proses.. Mari belajar mengampuni dalam masa prapaskah ini..










